Tamu

Pada hari Jumat dini hari (26-04-2013), Ustaz Jefri al-Bukhori atau akrab disapa Uje, meninggal dunia karena kecelakaan motor di daerah Jakarta Selatan. Pagi harinya, saya menemukan puisi di bawah ini di dinding fesbuk. Karya Subagyo Sastrowardoyo, salah seorang penyair besar Indonesia. Saya pindahkan ke sini, semoga menjadi pengingat bagi kita semua.

Lelaki yang mengetuk pintu pagi hariUst Jefri
sudah duduk di ruang tamu. Aku baru
bangun. Tapi rupanya ia tidak
merasa tersinggung waktu aku belum
mandi dan menemui dia. Rambutku masih
kusut dan pakaianku hanya baju kumal
dan sarung lusuh.
“Aku mau menjemput,” katanya pasti,
seolah-olah aku sudah berjanji sebelumnyaUst Jefri 3
dan tahu apa rencananya.
“Bukankah ini terlalu pagi?” tanyaku ragu.
“Dia sudah menunggu!” Ia nampak tak sabar
dan tak senang dibantah. Aku belum tahu
siapa yang ia maksudkan dengan “dia”,
tetapi sudah bisa kuduga siapa.
“Tetapi aku perlu waktu untuk berpisah
dengan keluarga. Terlalu kejam untuk
meninggalkan mereka begitu saja. MerekaUst Jefri 2
akan mencari.”
Nampaknya tamu itu begitu angkuh seperti
tak mau dikecilkan arti. Siapa dapat lolos
dari tuntutannya.
Sebelum aku sempat berbenah diri ia telah
menyeret aku ke kendaraannya dan aku dibawanya
lari entah ke mana. ke sorga atau ke neraka?”

- Subagio Sastrowardoyo