Prepare for the Worst: Hilangnya Kemandirian Hidup

Ketidakmampuan TotalPrepare for the worst (antisipasi dari yang terburuk), itulah hakikat asuransi. Di antara hal-hal buruk yang mungkin dialami manusia, ada satu yang paling buruk, yaitu hilangnya kemandirian hidup.

Hilangnya kemandirian hidup berarti ketidakmampuan melakukan beberapa aktivitas dasar manusia, yaitu:

  1. Menyuap (makan, minum)
  2. Mandi
  3. Berpakaian
  4. Beralih tempat
  5. Buang air

Ketidakmampuan melakukan sebagian atau seluruh aktivitas dasar tersebut berarti juga kehilangan kemampuan untuk bekerja mendapatkan penghasilan. Jika dia seorang karyawan, dalam waktu beberapa bulan atau maksimal satu tahun, dia harus rela diberhentikan, karena tidak ada perusahaan yang mau menggaji orang yang tidak menghasilkan. Jika dia seorang pekerja mandiri, tidak bisa bekerja lagi membuat penghasilannya otomatis berhenti. Hanya seorang pemilik bisnis besar atau investor besar dengan penghasilan pasif yang besarlah yang diperkirakan akan mampu menanggulangi masalah ini, tapi kebanyakan orang bukanlah pemilik bisnis besar dan bukan pula investor besar.

Sementara itu, pada saat yang sama, biaya hidup masih harus dipenuhi dan begitu pula biaya untuk pengobatan, khususnya jika masih ada harapan pulih kembali. Baca lebih lanjut

Keunggulan Rider Critical Illness dari Tapro Allianz

critical-illness-probability

Program Allisya Protection Plus atau Tapro dari Allianz menyediakan produk rider yang sangat penting untuk dimiliki, yaitu Critical Illness. Rider ini menanggung 49 jenis penyakit kritis. Tersedia dalam dua versi, yaitu CI+ (Critical Illness Plus, klaim tidak mengurangi UP dasar, berlaku sampai usia 70 tahun) dan CI (Critical Illness, klaim mengurangi UP dasar, berlaku sampai usia 85 tahun). (Selengkapnya tentang rider CI dan CI+, klik di sini).

Berikut adalah keunggulan-keunggulan produk ini. Semoga bermanfaat untuk anda yang tengah memilih produk asuransi penyakit kritis, karena nama produk sama belum tentu ketentuannya sama.

1.       Tanpa syarat survival period (masa bertahan hidup)

Survival period atau masa bertahan hidup adalah jangka waktu yang disyaratkan untuk tetap hidup ketika seseorang terdiagnosa sakit kritis. Klaim penyakit kritis baru dapat diajukan jika survival period telah terlewati. Ada yang mensyaratkan harus bertahan hidup selama 14 hari, ada yang 15 hari, ada yang 30 hari. Jika yang bersangkutan meninggal dunia dalam masa survival period, klaim penyakit kritisnya tidak bisa dicairkan. Tapi itu di tempat lain.

Di Allianz, tidak ada syarat survival period. Sebagai contoh, jika seseorang mengalami serangan jantung lalu meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, maka ahli warisnya memperoleh dua manfaat: UP penyakit kritis dan UP meninggal dunia.

2.       Klaim dapat diajukan begitu terdiagnosa memenuhi syarat kondisi kritis, tanpa harus menjalani pengobatan/operasi terlebih dahulu

Beberapa penyakit kritis dapat ditunda jadwal operasinya. Nah, sebelum operasi dilakukan, klaim dapat diajukan asalkan kelengkapan syarat-syaratnya terpenuhi.

3.       Menanggung kondisi cacat tetap total

Di antara daftar 49 penyakit kritis dari Allianz, ada tiga yang masuk kategori cacat tetap total, yaitu: 1) kebutaan; 2) kelumpuhan; 3) hilangnya kemandirian hidup. Apa pun nama penyakitnya, asalkan memenuhi tiga kondisi ini, maka klaim penyakit kritis dapat diajukan.
Baca lebih lanjut

62% Kemiskinan Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

SEMARANG, suaramerdeka.com – Banyaknya korban meninggal dunia, luka berat, dan cacat berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat yang menyebabkan pemiskinan. Secara nasional, tercatat 62% keluarga jatuh miskin setelah salah satu anggota keluarganya meninggal karena kecelakaan. Secara nasional, kerugian akibat kecelakaan lalu lintas mencapai Rp 205-210 trilyun setiap tahunnya.

Berdasarkan kenyataan itulah, Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng bertekad mengurangi angka kecelakaan hingga 50%.

“Korban kecelakaan pasti memerlukan biaya besar untuk rumah sakit jika luka. Belum lagi kalau kepala keluarga meninggal. Maka mata pencaharian akan hilang, inilah yang menyebabkan pemiskinan,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes M Naufal Yahya, Jumat (2/12). Baca lebih lanjut

Bukan Menakut-nakuti, Tapi Mengingatkan

m

Pekerjaan saya sebagai agen asuransi mengharuskan saya bicara tentang hal-hal yang tidak diinginkan oleh manusia: kecelakaan, sakit, kematian. Ada yang menganggap saya menakut-nakuti orang. Tapi saya lebih suka menyebutnya: mengingatkan.

Menakut-nakuti berarti berkata tentang hal-hal yang TIDAK AKAN terjadi tapi dibilang akan terjadi. Sedangkan mengingatkan adalah berkata tentang hal-hal yang MUNGKIN terjadi. Kedua hal itu jelas berbeda.

Ingin ataupun tidak ingin, yang namanya sakit, kecelakaan, dan kematian tetaplah mungkin dialami oleh manusia. Tinggal apakah kita sudah siap atau tidak ketika hal-hal yang tidak diinginkan itu menerpa.

Asuransi merupakan satu bentuk persiapan dari sisi keuangan. Baca lebih lanjut

Beberapa Catatan tentang Asuransi Jiwa

Seseorang berdiskusi dengan saya tentang asuransi melalui email. Dia berencana mengambil term life (dari perusahaan lain) berjangka 5 tahunan dan bisa diperpanjang. Manfaat yang diperoleh proteksi jiwa dan pembebasan premi jika terkena sakit kritis/cacat total. Dia tidak mengambil rider proteksi kecelakaan (ADD; Accident Death and Disability) dan penyakit kritis (CI; Critical Illness), dengan alasan akan berusaha menjaga kesehatan.

Saya sangat apresiatif dengan pilihannya. Saking apresiatifnya, saya menyempatkan diri menulis catatan ini.

Pertama, mengambil fitur bebas premi (waiver of premium) tapi tidak memproteksi diri dari penyebab bebas premi menunjukkan cara berpikir yang ganjil. Penyebab bebas premi dalam asuransi tsb adalah sakit kritis dan atau cacat total. Dengan ditambahkannya rider tsb, artinya yang bersangkutan menyadari bahwa kejadian sakit kritis atau cacat total mungkin terjadi pada dirinya. Namun anehnya, dia tidak melanjutkan kesadaran itu dengan memproteksi diri dari risiko-risiko yang mungkin tsb.

Saya sendiri, sebagai agen asuransi, menempatkan rider bebas premi (di Tapro Allisya namanya payor benefit) pada prioritas terakhir setelah rider-rider lainnya diambil oleh nasabah. Minimal peserta telah mengambil rider yang menjadi penyebab dimungkinkannya klaim payor benefit. Baca lebih lanjut

Perencanaan Keuangan untuk Keluarga Muda

Ingat 5 perkara sebelum datang 5 perkara. Sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, sempat sebelum sempit, muda sebelum tua, hidup sebelum mati. (Nabi Muhammad Saw).

 

Tiga Cita-cita

Keluarga muda adalah pasangan suami istri dengan satu atau dua anak yang masih kecil. Dengan karier yang umumnya sedang menanjak, mereka memerlukan suatu perencanaan keuangan yang komprehensif, karena “tugas keuangan” mereka masih banyak dan masih lama waktunya. Selain memenuhi biaya hidup sehari-hari untuk keluarga, ada sejumlah kebutuhan jangka panjang yang perlu dipersiapkan sejak dini. Setidaknya ada tiga momentum yang menanti mereka di masa depan:

  1. Pendidikan anak
  2. Perjalanan ibadah haji
  3. Masa pensiun

Pendidikan anak adalah sesuatu yang niscaya, dan mendidik anak merupakan kewajiban orangtua. Waktu terbaik mempersiapkan dana pendidikan anak adalah sedini mungkin, kalau perlu sejak anak masih dalam kandungan, karena semakin awal akan semakin murah cicilannya.

Ibadah haji merupakan kewajiban setiap muslim. Memang kewajiban ini hanya diperuntukkan bagi yang mampu. Tapi jika kita punya waktu yang cukup untuk bersiap-siap, saya yakin berangkat haji itu hanya masalah kemauan dan niat.
Baca lebih lanjut

UP Jiwa Saja Belum Cukup

Banyak orang yang merekomendasikan pemisahan asuransi dan investasi hanya menyebut termlife (asuransi jiwa berjangka) sebagai alternatif pengganti unit link. Padahal UP jiwa saja belum cukup, terutama bagi orang usia muda dan produktif (di bawah 50 tahun). Kenapa? Karena pada dasarnya orang muda itu tidak akan meninggal hanya karena faktor usia. Memang yang namanya mati itu tidak kenal umur. Tapi melihat usia harapan hidup orang Indonesia yang sekitar 65 tahun, maka jika orang meninggal jauh di bawah usia itu, besar kemungkinan penyebabnya adalah faktor lain.

Apa biasanya penyebab orang muda meninggal dunia? Pertama, kecelakaan. Kedua, sakit. Sakit macam-macam, bisa sakit kritis, penyakit menular, atau sekadar sakit perut. Baca lebih lanjut