Rider Baru Tapro Allisya: Hospital & Surgical Care +

Kabar baik untuk masyarakat Indonesia. Mulai 20 Januari 2014, Allianz Life Syariah meluncurkan produk baru berupa rider (manfaat tambahan) pada program Allisya Protection Plus (Tapro), yaitu Hospital & Surgical Care +.

Rider ini dikembangkan untuk memenuhi permintaan dari para nasabah yang menginginkan layanan asuransi kesehatan rawat inap yang dilengkapi kartu cashless dalam bentuk unit link. Sebelumnya, askes rawat inap hanya terdapat dalam bentuk asuransi kesehatan murni Allisya Care. Boleh dikatakan, Hospital & Surgical Care + atau HSC+ adalah Allisya Care yang dipindahkan ke program Tapro Allisya dengan beberapa penyesuaian.
Baca lebih lanjut

Pertanyaan-Pertanyaan Dasar Seputar JKN dan BPJS Kesehatan

JKNMulai 1 Januari 2014 sistem Jaminan Sosial terbaru atau JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) resmi diberlakukan. Namun masih banyak warga yang belum tahu apa itu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan dan JKN. Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan dari warga yang masih bingung soal JKN dan BPJS seperti dirangkum liputan6.com, Selasa (31/12/2013). Sumber artikel di sini

1. Apa itu JKN dan BPJS Kesehatan dan apa bedanya?

JKN merupakan program pelayanan kesehatan terbaru yang merupakan kepanjangan dari Jaminan Kesehatan Nasional yang sistemnya menggunakan sistem asuransi. Artinya, seluruh warga Indonesia nantinya wajib menyisihkan sebagian kecil uangnya untuk jaminan kesehatan di masa depan.

Bagaimana dengan rakyat miskin? Tidak perlu khawatir, semua rakyat miskin atau PBI (Penerima Bantuan Iuran) ditanggung kesehatannya oleh pemerintah. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi rakyat miskin untuk memeriksakan penyakitnya ke fasilitas kesehatan.

Sementara BPJS adalah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. BPJS Kesehatan ini adalah perusahaan asuransi yang kita kenal sebelumnya sebagai PT Askes. Begitupun juga BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja).
Baca lebih lanjut

Komentar atas Kultwit Ligwina Poerwo-Hananto tentang Asuransi Penyakit Kritis

LigwinaBeberapa waktu lalu seorang klien saya mengirimkan tautan berisi rangkuman kultwit Ligwina Poerwo-Hananto, perencana keuangan di QM Financial, tentang asuransi penyakit kritis. Klien saya meminta saya menanggapi isi kultwit tersebut. Materi kuliah twiter bisa dibuka di web QM Financial, di sini: http://qmfinancial.com/summary-tweet-finclic-22-oktober-2012/

Saya pasang kembali isi kultwit tersebut di blog ini disertai komentar atas sejumlah poin yang menggelitik sel-sel otak saya (ditandai warna biru-tebal). Sebelumnya mohon maaf jika kata-kata saya ada yang keliru atau kurang selayaknya. Terima kasih dan semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.

Berikut ini merupakan summary tweet #FinClic 22 Oktober 2012 tentang Asuransi Penyakit Kritis.

Hari ini #FinClic ya! Khusus mau bahas tentang penyakit kritis dan efeknya ke keuangan kita. Silakan mulai pikirin pertanyaan- pertanyaannya.

Oke Bund, topik yang sangat menarik. (Ligwina adalah ibu dari 3 anak).

Gw selalu percaya ketok pintunya dan Tuhan yang pilihkan pintu mana untuk gw lewati. Dan belakangan ini semua tentang penyakit kritis #FinClic

It’s like the universe pulling me to come into new awareness, new knowledge and more importantly new way of life #FinClic

Tentang gaya hidup sehat bisa follow @erikarlebang @dr_Phaidon@rezagunawan atau @carlotamba. Gw bahas tentang sisi keuangannya aja ya #FinClic

Nanti ya jam12-an gw akan mulai #FinClic khusus tentang Penyakit Kritis, efeknya apa ke keuangan kita dan cara mengatasinya

Bahan ngobrol #FinClic hari ini akan nongol jadi artikel di @KontanNews dan blog http://qmfinancial.com 

Heits mari mulai #FinClic tentang penyakit kritis hari ini

Siip, lanjutkan :)

Dalam istilah asuransi. Penyakit Kritis: penyakit dengan kondisi irreversible, critically ill. Penyakit Kronis: berlangsung terus menerus #FinClic

Setuju, Bund. Beberapa penyakit kritis tergolong irreversible (gak bisa balik lagi, alias tidak akan pulih seperti sediakala). Setara dengan kejadian meninggal dunia dan cacat tetap. Kalau sudah kejadian, itu namanya “terlanjur”. Tinggal penyesalan jika tak punya persiapan. Ibarat dosa yang tak terampunkan. Atau maaf yang tak sempat disampaikan hujan kepada awan (plesetan dikit dari syair Sapardi Djoko Damono, hehe). Baca lebih lanjut

Rawat Jalan Itu Tidak Perlu Pakai Asuransi

dialogDialog berikut ini saya tujukan untuk mereka yang suka menanyakan asuransi rawat jalan. Di bagian akhir saya tambahkan pula dialog tentang rawat gigi, kacamata, dan melahirkan, serta asuransi apa yang selayaknya kita miliki. Semoga bermanfaat.

Z          : Aku baca di tulisan “Asuransi Rawat Jalan, Perlukah?”, kamu bilang asuransi rawat jalan itu tidak perlu. Kenapa emangnya?

A          : Lho, katanya udah baca, kok nanya lagi?

Z          : Sori, cuma pengen denger langsung dari orangnya.

A          : Oke. Menurut kamu, sakit yang bisa berobat jalan itu sakit kayak apa?

Z          : Hmm, yang aku pernah alami sih, batuk pilek sama demam. Tadinya pakai obat warung, udah tiga hari gak berenti. Trus aku pergi ke klinik 24 jam. Diperiksa-periksa sama dokter, dikasih obat, habis itu mendingan.

A          : Habis berapa waktu itu berobatnya?

Z          : Buat dokternya 75 ribu, obatnya 90 ribu. Total 165 ribu.

A          : Punya gak uang segitu? Baca lebih lanjut

Asuransi Rawat Jalan, Perlukah?

Punya asuransi rawat jalan itu enak. Datang ke dokter sebentar periksa sekadar pilek atau bisul, pulang sonder bayar. Atau bayar dulu pake duit sendiri/kartu kredit, nanti minta ganti dengan cara dirembes.

Tapi asuransi bukan untuk cari enak. Asuransi itu tujuannya untuk mendapatkan perlindungan. Perlindungan dari apa? Perlindungan dari hal-hal yang tidak sanggup kita tanggung, atau akan terasa berat jika kita menanggungnya sendirian.

Pertanyaannya: apakah anda sanggup membayar sendiri biaya periksa dokter plus obat untuk sakit semacam pilek dan bisul?

Jika anda sanggup, berarti tak usahlah pake asuransi.

Jika tidak sanggup, anda bisa memanfaatkan program pemerintah semacam KJS atau Jamkeskin.

Beres. Baca lebih lanjut

5 Hal Penting yang Bisa Hilang dari Hidup Manusia (Sebuah Ilustrasi)

Gugun GondrongTidak ada orang yang rela uangnya hilang. Tapi jika salah langkah, ada lima hal penting yang bisa hilang dari hidup manusia.

Apakah itu?

  1. Tabungan/investasi
  2. Harta
  3. Harga diri
  4. Penghasilan
  5. Impian

Bagaimana lima hal itu bisa hilang? Silakan lihat ilustrasi berikut.
Baca lebih lanjut

Prioritas Asuransi

keluarga-sejahteraAsuransi berfungsi menanggung hal-hal yang secara finansial tidak sanggup kita tanggung, atau akan terasa berat jika harus menanggungnya sendirian. Jika sesuatu masih sanggup kita tanggung, maka hal tersebut tidak perlu diasuransikan, atau setidaknya bukan prioritas.

Prioritas asuransi diukur dari dampaknya pada keuangan kita, bukan dari frekuensi kejadiannya. Ada yang kejadiannya sering, misalnya pilek atau batuk biasa, tapi karena dampak keuangannya kecil, tanpa asuransi pun tak masalah. Tapi ada peristiwa yang kejadiannya mungkin hanya sekali, namun bekas yang ditinggalkannya tak terhapuskan seumur hidup, baik dari segi fisik maupun keuangan.

Jika akibat dari satu kejadian itu membuat seseorang langsung jatuh dalam kemiskinan, aset-aset terjual atau tergadai, terjerat dalam belitan utang, sumber penghasilan terputus, hingga keluarga terbenam dalam kesedihan dan kehinaan, maka risiko itulah yang harus kita prioritaskan untuk diasuransikan.

Ketika kita memutuskan untuk berasuransi, berpikirlah – walau sejenak saja – untuk risiko-risiko yang paling buruk. Yaitu risiko-risiko yang butuh biaya sangat besar. Istilahnya: prepare for the worsts. Baca lebih lanjut