Pentingnya Proteksi Kecelakaan

Sakit bisa dicegah, maka kematian akibat sakit pun bisa dicegah. Tapi kecelakaan semata-mata merupakan faktor keberuntungan (atau ketidakberuntungan). Maka itu, proteksi kecelakaan sangatlah penting, tidak kalah penting dari proteksi jiwa. Pemikiran ini saya tujukan khususnya kepada orang-orang yang masih muda usia, badan masih segar dan kuat, mampu berdisiplin menerapkan gaya hidup sehat, dan berasal dari benih yang bebas dari penyakit.

Jadi, proteksi jiwa saja belum cukup. Selain itu, bagaimana kalau kecelakaan tapi tidak meninggal dunia melainkan cacat? Nah, proteksi kecelakaan menanggung pula risiko cacat, baik sebagian maupun total.

Menurut beberapa survei (antara lain bisa dibaca di sini), peristiwa kecelakaan paling rawan menimbulkan kemiskinan, apalagi jika kecelakaan itu menimpa penanggung nafkah utama keluarga.
Baca lebih lanjut

Berapa Nilai Asuransi Korban Sukhoi?

JAKARTA, KOMPAS.com — Tragedi kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, masih menyisakan kontroversi berkenaan dengan proses pembayaran asuransi kepada korban.

Seperti diketahui, pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) merupakan milik dari Sukhoi Company asal Rusia, dan pihak perusahaan hanya berkomitmen memberikan ganti rugi sebesar 50.0000 dollar AS, sekitar Rp 450 juta per orang.
Baca lebih lanjut

62% Kemiskinan Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

SEMARANG, suaramerdeka.com – Banyaknya korban meninggal dunia, luka berat, dan cacat berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat yang menyebabkan pemiskinan. Secara nasional, tercatat 62% keluarga jatuh miskin setelah salah satu anggota keluarganya meninggal karena kecelakaan. Secara nasional, kerugian akibat kecelakaan lalu lintas mencapai Rp 205-210 trilyun setiap tahunnya.

Berdasarkan kenyataan itulah, Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng bertekad mengurangi angka kecelakaan hingga 50%.

“Korban kecelakaan pasti memerlukan biaya besar untuk rumah sakit jika luka. Belum lagi kalau kepala keluarga meninggal. Maka mata pencaharian akan hilang, inilah yang menyebabkan pemiskinan,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes M Naufal Yahya, Jumat (2/12). Baca lebih lanjut

Pentingnya Asuransi

“Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara. Sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati.” (Hadis)

Ketika Nabi Muhammad Saw mewasiatkan lima hal di atas, beliau tentu tidak berpikir soal asuransi. Para ulama pun lebih memaknai hadis tersebut sebagai peringatan agar kita banyak beramal sebelum segalanya terlambat, baik kesempatan maupun kemampuan.

Namun jika kita merenungkan kembali pesan Nabi tersebut di masa sekarang, dengan mudah kita menemukan betapa erat kaitannya hadis ini dengan produk keuangan modern yang disebut asuransi. Tanpa mengurangi penafsiran yang telah disajikan para ulama, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, dan lapang sebelum sempit dapat dimaknai sebagai anjuran mengikuti asuransi kesehatan, kaya sebelum miskin berarti saran untuk mengambil proteksi atas penghasilan, dan hidup sebelum mati merupakan dasar dari asuransi jiwa.
Baca lebih lanjut

Sudut Pandang Asuransi atas Kecelakaan Olivia Dewi dengan Nissan Juke-nya

Suasana duka menyelimuti pemakaman Olivia Dewi

Dari sudut pandang asuransi, kecelakaan yang menimpa seorang model remaja gadis sampul 2010, Olivia Dewi, dengan Nissan Juke-nya menimbulkan dua pertanyaan. Pertama, apakah Olivia punya asuransi jiwa? Kedua, apakah mobilnya diasuransikan?
Baca lebih lanjut