Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Kedua

Logo ASNAlhamdulillah, segala puji bagi Allah, saya telah melalui dua tahun pertama sebagai agen asuransi di ASN (Allianz Star Network). Konon, dua tahun adalah masa uji apakah seseorang akan mundur ataukah lanjut dan berkembang. Ternyata saya masih bertahan, dan itu artinya para nasabah saya boleh tenang, karena saya akan tetap bersama anda semua sampai saya belakangan atau anda duluan yang mengajukan klaim asuransi dasar.

Kenapa Saya Bertahan di Allianz?

Di artikel sebelumnya (Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Pertama), saya menuliskan beberapa kelebihan bisnis asuransi jiwa, antara lain prospek yang cerah, kenaikan karier yang cepat, penghasilan yang bagus dan terus bertambah, serta terutama penghasilan pasif yang besar dalam jangka panjang.
Baca lebih lanjut

Mimpi-Mimpi Liem Lie Sia

Liem Lie Sia

Liem Lie Sia

Siapa itu Liem Lie Sia?

Liem Lie Sia adalah nenek-buyut saya.

Lho?

Liem Lie Sia adalah nenek-buyut saya di jaringan ASN (Allianz Star Network).

Ooo…

Ceritanya begini: Liem Lie Sia punya sekitar 10 anak, salah satunya bernama Venny Wantouw (pemilik kantor agensi di Allianz Tower ruang 20D). Dari Venny Wantouw, dia punya cucu bernama Hendy Winata (pemilik kantor agensi di Puri Indah, Jakarta Barat), selanjutnya punya cicit bernama Yudi Haliman (pemilik kantor agensi di Serpong). Saya adalah keturunan berikutnya.

Lalu, ada apa dengan mimpi-mimpi Liem Lie Sia? Begitu pentingkah sehingga perlu ditulis di sini?
Baca lebih lanjut

Perbedaan Bisnis MLM dan Bisnis Asuransi

Jaring Laba2Saya beberapa kali mendapat tawaran bergabung di bisnis MLM (Multi-Level Marketing). Bisnis MLM dan asuransi sama-sama menerapkan pemasaran jaringan, dengan sejumlah perbedaan. Di bawah ini saya menguraikan perbedaan keduanya dalam bentuk pertanyaan dan jawaban versi saya.

Pertama dari Segi Produk

  • Apakah produknya merupakan kebutuhan manusia? Saya pilih berjualan produk yang merupakan kebutuhan manusia.
  • Apakah produknya selalu tersedia? Saya pilih berjualan produk yang selalu tersedia kapan saja, mudah memperolehnya seberapa banyak pun permintaannya, tidak terpengaruh musim dan tren, kondisi politik dan ekonomi, maupun ketersediaan bahan baku.
  • Apakah produknya bisa dijual di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun? Saya pilih produk yang bisa dijual di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun.
  • Seberapa menguntungkan penjualan dari produk tersebut? Saya pilih produk yang memberikan keuntungan lebih besar. Keuntungan jual produk asuransi dikenal dengan istilah faktor 24x (1 kali jual produk, komisinya 24 kali).

Produk asuransi memenuhi semua kriteria di atas. Sementara produk MLM, mungkin beberapa kriteria terpenuhi, tapi tidak semuanya.
Baca lebih lanjut

Antara Bisnis MLM dan Asuransi

BisnisBulan Februari lalu saya diajak bertemu oleh seorang member MLM di bidang produk kesehatan propolis. Dia menawarkan sebuah bisnis tanpa tutup poin, tanpa iming-iming, modal hanya sekali, dan bisa diwariskan. Karena saya juga punya bisnis, maka saya langsung mengiyakan ajakannya untuk bertemu. Mungkin kami bisa berbagi peluang bisnis, dan soal siapa bergabung dengan siapa, siapa yang tahu.

Kami bertemu awal Maret di rumahnya. Dia mengundang leadernya untuk berbagi wawasan dengan saya. Setelah sang leader memaparkan prospek bisnis di MLMnya, saya pun memaparkan prospek bisnis yang saya jalankan.

Harus diakui bahwa sistem MLM terbukti telah banyak sekali mencetak orang-orang kaya baru dalam waktu singkat. Sekadar menyebut merek, dari CNI, Amway, Tianshi, K-Link, Oriflame, Melia, Herbalife, dan lain-lain, semuanya ada orang-orang kayanya.

Tapi ada beberapa faktor yang membuat saya belum akan bergabung dengan bisnis MLM, setidaknya dalam waktu dekat. Baca lebih lanjut

Pengalaman Menjadi Agen Asuransi Allianz: Tahun Pertama

Logo ASNSaya bergabung dengan Allianz pada 19 Oktober 2011 dan mendapatkan lisensi keagenan dari AAJI pada 12 November 2011. Karena sudah tergolong akhir tahun, saya menganggap tahun berikutnya, 2012, sebagai tahun pertama saya bekerja di Allianz.

Sebelum menjadi agen asuransi, saya pernah bekerja di beberapa tempat, antara lain menjadi guru sekolah, staf honorer di instansi pemerintah, surveyor di lembaga survey politik, dan editor lepas di beberapa penerbitan. Ketika bekerja di tempat-tempat itu, yang ada di pikiran saya selalu saja: kapan saya berhenti. Macam-macam alasan saya, misalnya karena saya merasa tidak cocok dengan irama kerja kantoran, jarak yang jauh sehingga harus mengalami macet setiap hari, penghasilan yang kecil, waktu luang yang kurang, hingga beban kerja yang terlalu berat.

Tapi setelah setahun menjadi agen Allianz, saya sama sekali tidak ingin berhenti, malah ingin lanjut terus hingga mencapai puncak karier dan pensiun di bisnis ini. Baca lebih lanjut

BM Gathering: Unite To Accelerate

.

Pada tanggal 10 – 13 September 2012, saya mengikuti acara BM Gathering di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. BM Gathering adalah semacam training bagi para BM dan calon BM untuk mempercepat kesuksesan dalam bisnis asuransi. Saya hadir dalam status sebagai calon BM (Business Manager), level kedua dalam jenjang karier keagenan di Allianz Life Indonesia. Training ini diikuti oleh ratusan agen Allianz Life dari seluruh Indonesia, dari level FC (Financial Consultant), BM, hingga BD (Business Director). BM Gathering diadakan oleh tim Busster, sebuah lini keagenan Allianz, di bawah grup Venny Wantouw.

Penulis (kedua dari kanan) bersama tim Busster dari ASN Serpong

Baca lebih lanjut

Bismillah, Blog Myallisya Dibuka

Banjar-20130812-00615

Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, blog myallisya.wordpress.com ini saya buka. Di sini saya akan menulis segala hal tentang asuransi jiwa, perencanaan keuangan, dan lebih khusus tentang Allianz Syariah (Allisya).

Saya agen Allianz Life Indonesia, tergabung dalam jaringan Allianz Star Network (ASN), dan lebih khusus lagi di grup Busster. Busster berada di bawah pimpinan Bapak Venny Wantouw, dan merupakan grup keagenan asuransi yang paling pesat perkembangannya di ASN.

Saya mendaftar sebagai agen ASN tanggal 17 Oktober 2011, dan mendapatkan lisensi keagenan dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada tanggal 12 November 2011. Kantor saya untuk keperluan administrasi sehari-hari terletak di Jl Raya Serpong, Priang, kelurahan Pondok Jagung, kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, kode pos 15326. Tempat tinggal saya saat ini di kelurahan Ciater, kecamatan Serpong, Tangerang Selatan. Untuk gampangnya, kepada orang yang bertanya saya sering menjawab, BSD.

Bagi para pembaca yang kebetulan mampir atau nyasar di blog ini, dapat menghubungi saya jika ingin berkonsultasi masalah asuransi ataupun ingin menjadi agen asuransi.

Demikian dan terima kasih atas kunjungannya.

Salam hangat,

Asep Sopyan

082111650732  I  02197641600  I  32F2F15B  I  whatsapp  I  myallisya@gmail.com